Home » Internet » Cyber Life » Spotify Mengalami Kerugian 3 Kali Lipat Selama 2 Tahun

Spotify Mengalami Kerugian 3 Kali Lipat Selama 2 Tahun

spotify mengalami kerugian (gambar : iskysoft)

Salah satu penyedia streaming musik online, Spotify dikabarkan mengalami kerugian 3 kali lipat selama 2 tahun belakangan ini. Pada tahun 2014, Spotify mengalami kerugian sebesar 2,5 triliun rupiah. Kerugian Spotify pada tahun 2014 ini mengalami peningkatan drastis dari tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2013, Spotify mengalami kerugian sebesar 800 miliar rupiah. Nominal tersebut lebih kecil 3 kali lipat dari tahun lalu.

Pada tahun 2013, pendapatan Spotify tumbuh sebesar 45 %. Sedangkan pada tahun 2014, pendapatan Spotify mencapai 17 triliun rupiah. Akan tetapi, Spotify mengklaim bahwa itu bukanlah keuntungan yang didapat. Pada tahun tersebut, mereka mengklaim bahwa Spotify mengalami kerugian, dan itu adalah 3 kali lipat dari tahun sebelumnya, 2013.

Data keuangan Spotify terungkap dalam dokumen publik di Luxembourg. Pada saat itu, New York Times sedang mengadakan peninjauan terkait Spotify. Mereka mengungkapkan bahwa untuk mengatasi masalah kerugian yang dialami Spotify, seharusnya perusahaan streaming musik tersebut dengan bekerjasama dengan perusahaan iklan. Dengan banyaknya perusahaan iklan yang bekerjasama dengan perusahaan, diharapkan Spotify tidak akan mengalami kerugian yangsangat banyak.

Saat diwawancarai oleh New York Times, Spotify mengklaim bahwa kerugian tersebut berkaitan dengan pengembangan produk dan perluasandan perijinan. Spotify telah lama mengklaim bahwa itu akan mampu mencapai profitabilitas setelah sejumlah pelanggan yang membayar. Fakta bahwa kerugian tampaknya tumbuh karena membawa lebih banyak uang, dan tampaknya bertentangan dengan anggapan itu. Sekarang, Spotify memiliki 60 juta total pengguna, 15 juta di antaranya dibayar untuk layanan.

Have your say!

0 0