Situs Tips & Berita Teknologi

Para Ilmuwan Temukan Cara Untuk Memanen Air Tawar Dari Udara, Termasuk di Daerah Kering

0

Tahukah kalian kalau di sebagian belahan bumi ini banyak daerah yang kelebihan air bahkan sampai banjir, namun dibelahan bumi lain mengalami hal yang sangat timpang, kekeringan yang ekstrim. Ketimpangan yang mengerikan ini menjadikan motivasi bagi para ilmuwan untuk membuat alat khusus agar mereka yang tinggal di daerah kering dapat mendapatkan air dengan cara yang mudah.

Teknologi baru yang dikembangkan oleh para ilmuwan MIT dan University of California di Berkeley bisa memberikan cara baru untuk mendapatkan air tawar yang bersih.

Cara kerja alat ini sebenarnya sangat mudah, mereka dibekali teknologi khusus dalam mengekstrak air dari kelembaban udara yang didasarkan pada bahan khusus layaknya busa yang bertugas menarik uap air ke dalam pori-pori busa yang dibantu oleh panas matahari.

Sebenarnya alat yang serupa sudah pernah dikembangkan dan diterapkan di negara Chile dan Maroko, namun sayangnya sampai saat ini alat tersebut masih terbatasi oleh wilayah yang sangat lembab saja (kelembaban sekitar 100%), jadi alat tersebut tidak bisa digunakan di wilayah kering, dilansir dari MIT, (19/04/2017) .

Teknologi yang digunakan di negara Chile dan Maroko ini intinya memanen air dengan cara mengembunkan udara terlebih dahulu. Jadi alat ini dibekali alat pengatur suhu dan direndahkan ke tingkat suhu tertentu (didinginkan), maka dengan demikian udara yang ada di sekitar alat ini akan mengembun di dinding-dinding alat ini. Singkatnya kalian dapat membayangkan sebuah gelas yang diisi air es, maka otomatis dinding luar gelas akan mengembun dan menghasilkan air.

Berbekal teknologi terdahulu ini, akhirnya ilmuwan MIT dapat mengembangkan metode yang berbeda dan tentunya lebih efisien, yakni dengan cara memanfaatkan panas matahari yang mana kuncinya terletak pada bahan berpori itu sendiri, yang merupakan bagian dari keluarga senyawa yang dikenal sebagai kerangka logam-organik (MOFs).

Senyawa ini nanti akan membentuk semacam konfigurasi seperti spons dengan area permukaan internal yang besar (berpori). Dengan tuning komposisi kimia yang tepat dari MOF, permukaan ini dapat dibuat hidrofilik, atau menarik air. Para imuwan menyimpulkan bahwa ketika bahan ini ditempatkan di antara kedua permukaan yang atas berwarna hitam, maka dia akan menyerap panas matahari, sedangkan permukaan bawah akan disimpan pada suhu yang sama dengan udara luar.

Nantinya air akan dilepaskan dari pori-pori sebagai uap dan secara alami akan didorong oleh suhu dan perbedaan konsentrasi yang pada akhirnya dapat menetes ke bawah berbentuk cair. Metode ini sudah dicoba hingga tingkat kelembaban 20% dan dinyatakan berhasil, yang mana setiap satu kilogram (lebih dari dua pound) dari bahan bisa mengumpulkan sekitar tiga liter air segar per hari.

Penelitian ini didukung sebagian oleh ARPA-E, sebuah program dari Departemen Energi Amerika Serikat.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.