Home » Internet » Cyber Life » Menelusuri Hilangnya Data oleh Hacker pada Dark Web

Menelusuri Hilangnya Data oleh Hacker pada Dark Web

Pernahkah Anda mengalami hilangnya data pada blog atau web dan sejenisnya? Ulasan berikut ini mungkin jawabannya. Banyak orang yang mengabaikan privasi keamanan, terutama saat sedang online. Karena Anda menganggap hal ini bukanlah suatu hal yang urgent. Tapi, bagaimana jika data yang tersimpan dengan baik tiba-tiba lenyap tanpa jejak.

Saat Anda sedang surfing di dunia maya, tanpa disadari anda telah diikuti oleh para hacker secara random. Mereka mengincar data rahasia yang sekiranya akan bermanfaat nantinya. Sebuah laporan mengatakan bahwa beberapa retailer, bank, atau restoran masing-masing memiliki sistem keamanan. Ternyata sistem keamanan yang mereka gunakan masih bisa dibobol oleh hacker berpengalaman, setiap harinya. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa mengubah password setiap harinya. Tapi ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan.

Bagaimana jika yang mereka (hacker) incar bukanlah uang, melainkan data perusahaan. Sekelompok tim dari perusahaan perlindungan data “Bitglass” melakukan penelusuran. Perusahaan perlindungan data ini menciptakan 1.568 kredensial karyawan palsu. Menggunakan teknologi watermarking, kemudian melepaskannya dalam Dark Web. Lalu, mengikuti secara sembunyi dimana mereka akan berakhir. Untuk kemudian menemukan lokasi hilangnya data oleh hacker.

Informasi ini dibagi pada 22 negara di 5 benua. Data yang diterima melaporkan telah terjadi 1.100 klik dan download 47 kali. Reaksinya memang terbilang cukup cepat, hanya dalam 12 hari informasi data ditemukan. Informasi IP juga ditemukan. Ternyata hilangnya data itu melintasi sindikat cyber crime di Nigeria dan Rusia. Informasi juga menyebutkan bahwa terdapat aktifitas tinggi di negara Cina dan Brazil.

Sumber : asia.pcmag