Home » Sains » Cyborg Kecoak Ini Bisa Dikontrol dengan Remote

Cyborg Kecoak Ini Bisa Dikontrol dengan Remote

cyborg-kecoak
cyborg kecoak (gambar : ignimgs)

Baru-baru ini portal berita online ternama Daily Mail mengabarkan, bahwa para ilmuwan di Amerika Serikat sedang melakukan percobaan. Mereka sedang membuat cyborg kecoak hidup yang diletakkan alat sensor di tubuhnya. Cyborg kecoak digunakan untuk mengintai tempat-tempat tertentu yang tidak bisa terjangkau oleh manusia.

Rencananya cyborg kecoak akan digunakan untuk memantau kerusakan yang terjadi pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan tambang-tambang yang runtuh. Cyborg kecoak bahkan dapat dikirim ke zona-zona membahayakan, seperti daerah rawan bencana. Seperti memantau para korban yang terjebak di dalam reruntuhan.

Cyborg kecoak tersebut dilengkapi dengan elektroda kecil, yang mampu merangsang saraf-saraf di antena kecoak. Dengan mengontrol antena, para ilmuwan kemudian dapat mengarahkan kecoak seperti mobil remote control. Hal ini memungkinkan mereka untuk menuntun kecoa ke daerah-daerah tidak layak bagi tubuh manusia.

Menurut Hong Liang, seorang ilmuwan material di Texas A & M University dan juga sebagai penulis penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Royal Society Interface. Dia mengatakan bahwa “dengan remote kontrol, kita dapat mengontrol cyborg kecoak ke tempat-tempat tertentu sesuai keinginan kita”.

Pemilihan kecoak sebagai serangga yang dijadikan cyborg bukanlah tanpa alasan. Beberapa sumber menyebutkan jika serangga ini dapat bertahan dari radiasi lebih lama daripada manusia.

Serangga ini juga dapat bertahan dari radon 30 hari lebih lama dari manusia. Seorang manusia yang terkena radon, akan mati hanya dalam 10 menit. Sedangkan kecoak masih dapat bertahan setidaknya untuk 50 hari kedepan.

Sebagai informasi tambahan, radon adalah unsur kimia yang tergolong gas mulia dan mengandung radioaktif. Radon merupakan gas berat yang berbahaya bagi sistem pernapasan. Salah satunya adalah kanker paru-paru yang sering terjadi di beberapa negara pertambangan di Eropa tiap tahunnya.

Setiap kecoak dilengkapi dengan mikrokontroler, pemancar nirkabel, dan baterai. Setelah dipasang, cyborg kecoak ini dijalankan pada sebuah trackball untuk kemudian dibiarkan bebas berjalan. Saat peneliti ingin merubah navigasi, mereka tinggal menggunakan remote kontrol. Sehingga cyborg kecoak dapat berubah arah sesuai keinginan.

Sumber : IGN

Written by
Songwriter yang merangkap sebagai content writer. Baru menjajaki dunia blogging. Merupakan pribadi yang memiliki "a sense of humor" yang cukup baik.