JATIMTECH.com – Benarkah bahwa orang-orang cantik mendapatkan pelayanan , gaji, dan kehidupan yang lebih sementara mereka yang tidak begitu cantik sebalikknya? Hal ini tidak sesederhana itu, menurut Satoshi Kanazawa dari London School of Economics dan Ilmu Politik di Inggris, yang bersama rekannya Mary dari University of Massachusetts di Boston. Mereka menyatakan bahwa gaji orang dapat dipengaruhi oleh lebih dari daya tarik fisik saja. Penelitian mereka menemukan bahwa orang sehat, lebih cerdas, lebih teliti, lebih ekstravert, dan kurang neurotik adalah orang-orang yang setiap bulannya dapat mengambil cek gaji gemuk di rumah mereka. Studi ini dipublikasikan juga dalam Springer Jurnal Bisnis dan Psikologi.

Para ekonom telah banyak mendokumentasikan data mengenai spesifikasi dari kecantikan premium dan sebaliknya yang mana dikaitkan dengan upah. Kanazawa menganalisis sampel perwakilan nasional dari kumpulan data AS yang memiliki langkah-langkah yang sangat tepat dan penelitian yang berulang dengan Longitudinal Survey Nasional Kesehatan Remaja (Add Kesehatan). Hal ini diukur dari tarik fisik semua responden pada skala lima poin di empat titik yang berbeda selama bekerja lebih dari 13 tahun belakangan ini. Analisis mereka menunjukkan bahwa orang yang belum tentu didiskriminasi karena penampilan mereka. Teori premium mengenai kecantikan itu terhalau ketika peneliti memperhitungkan faktor-faktor seperti kesehatan, kecerdasan, dan faktor kepribadian bersama-sama telah berkorelasi dengan gaji dibandingkan dengan daya tarik fisik saja.

Secara fisik memang pekerja yang terlihat lebih cantik dan lebih menarik bisa mendapatkan simpati lebih dari rekan atau pimpinan mereka, namun belum tentu mereka mendapatkan gaji yang lebih juga. Tapi karena mereka lebih sehat, lebih cerdas, dan memiliki kepribadian yang baik seperti menjadi lebih teliti, lebih ekstravert, dan kurang neurotik telah menunjukkan hasil yang valid bahwa kecantikan bukan segalanya, kata Kanazawa.

Namun kabarnya penemuan ini bertentangan dengan penelitian lain. Di satu sisi, dalam penelitian ini telah memperhitungkan aspek kesehatan, kecerdasan, dan faktor kepribadian. Namun di sisi lain, dalam kebanyakan studi menyebutkan “sangat menarik” dan “tidak menarik” dikategorikan dalam pilihan jawaban mereka. Dengan demikian mereka telah gagal untuk mendokumentasikan pekerja yang sangat tidak menarik yang dilansir dari Sciencedaily, Kamis (16/02/2017).