Home » Tech News » TIDAL, Sebuah Kontroversi Streaming Musik

TIDAL, Sebuah Kontroversi Streaming Musik

tidal
tidal (gambar : whathifi)

Sekitar 2 minggu yang lalu, TIDAL Music mengumumkan pelucurannya. Mereka menggandeng beberapa artis/musisi besar, sebut saja Madonna dan Jay Z. TIDAL adalah layanan streaming musik online yang melibatkan banyak artis. Mereka menyediakan konten streaming musik dengan kualitas tinggi.

TIDAL bukanlah satu-satunya layanan streaming musik yang terhubung dengan para artis/musisi besar. TIDAL adalah kesekian kalinya layanan streaming musik online yang dapat diakses di seluruh dunia. Karena sebelumnya juga sudah ada Spotify yang lebih lama meluncurkan layanan streaming musik online.

Kemunculan TIDAL merupakan sebuah kontroversi bagi musisi hingga saat ini. Dikabarkan bahwa di Amerika Serikat telah banyak baliho yang memajang TIDAL bersama para artisnya. Seperti Jay Z, Madonna, Jack White, Jason Aldean, Kanye West, dan beberapa nama lainnya.

Mereka mengkritik TIDAL secara terang-terangan. Salah satunya adalah Marcus Mumford. Frontman dari band Mumford & Sons ini dengan berani mengatakan bahwa bandnya tidak akan pernah bergabung dengan TIDAL. Walaupun yang meminta adalah rekan-rekannya sesama musisi. Mumford mengatakan bahwa dirinya dan Mumford & Sons tidak ingin menjadi bagian dari TIDAL.

Marcus Mumford juga menyoroti tentang besarnya royalti yang dibayarkan kepada artis/musisi. Dia mengatakan bahwa sebuah band kecil juga berhak mendapatkan bayaran yang sama, bahkan lebih dari yang didapatkan artis TIDAL. Baginya, band-band kecil seharusnya lebih diperhatikan kesejahteraannya daripada artis dengan nama besar. “Mereka adalah orang-orang yang mempunyai banyak uang, mereka lebih tahu bagaimana caranya mencetak uang lebih banyak daripada band-band kecil.

Hingga saat ini, situs penyedia streaming musik masih sebuah kontroversi. TIDAL didirikan oleh seorang pebisnis keturunan Afrika-Amerika yang juga seorang rapper, Carter Tidal. Carter mendirikan TIDAL sebagai bentuk apresiasi terhadap karya musik, sekaligus apresiasi khusus kepada musisi/pencipta lagu.

Tidak seperti Spotify yang menyediakan layanan streaming musik secara gratis. Mereka tidak memberikan penggunanya secara cuma-cuma. Mereka diharuskan membayar 2 kali lipat dari harga yang diberikan Spotify. Namun, mereka sanggup memberikan musik dengan kualitas tinggi. Tetapi karena harga yang mereka patok terlalu besar. Banyak pihak yang meragukan visi dan misi dari TIDAL. Orang-orang berpikir bahwa mereka hanya mencari keuntungan semata. Begitu juga dengan para artis/musisi yang telah bergabung.

Sumber : AntiMusic

 

Written by
Songwriter yang merangkap sebagai content writer. Baru menjajaki dunia blogging. Merupakan pribadi yang memiliki "a sense of humor" yang cukup baik.

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.