Home » Internet » Mesin Pencari » SuperFish Adware, Software Ad-Injection Terpopuler di Google

SuperFish Adware, Software Ad-Injection Terpopuler di Google

Google beberapa bulan terakhir memantau para pengguna internet yang berselancar dengan Google. Mereka bekerjasama dengan Universitas California, Berkley, dan Santa Barbara untuk memantau IP user yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Tujuannya untuk melacak IP user yang terkena software ad-injection berbahaya, seperti SuperFish adware.

Dari namanya, SuperFish adalah adware yang menanamkan iklan ke dalam browser. Sehingga, IP user yang terinjeksi SuperFish menjadi rentan terhadap cyber attack, yang biasa kita kenal dengan SSL spoofing. Serangan ini mampu membaca lalu lintas internet pemilik IP, yang memudahkan SuperFish adware untuk menayangkan iklan saat penggunanya sedang melakukan aktifitas browsing.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Google bersama rekan-rekannya, terdapat lebih dari 5 juta IP telah terinjeksi adware. Dari 5.339.913 IP address, 3,9 % adalah SuperFish adware, dan 2,4 % adalah JollyWallet adware. Sedangkan sisanya adalah adware lain yang persentasenya tidak melebihi SuperFish dan JollyWallet. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa terdapat beberapa software ad-injection yang sengaja ditanamkan pada masing-masing IP address.

Ad-injection seperti SuperFish adware ini terkadang memang bekerjasama dengan perusahaan komputer ataupun mobile. Mereka dengan sengaja menjadikan SuperFish sebagai software bawaan produk tersebut. Dengan begitu, SuperFish adware dapat memilih iklan apa saja yang bisa tayang dalam IP address yang terinfeksi ad-injection. Para pakar adware mengatakan bahwa dalam sebuah software ad-injection terdapat sebuah klik berantai yang dihasilkan dari iklan yang ditanamkan pada browser Google.