Roket Bertenaga Baterai Pertama di Dunia

Hari ini, salah satu perusahaan pembuat roket antariksa yang berbasis di Selandia Baru sedanga mengembangkan mesin roket bertenaga baterai. Mereka berharap dengan diluncurkannya roket bertenaga baterai ini, mereka bisa menempatkan beberapa satelit kecil di luar angkasa. Nantinya satelit-satelit tersebut dapat digunakan untuk kemajuan teknologi. Diharapkan juga, roket bertenaga baterai itu dapat bertahan di luar angkasa hingga 100 tahun.

Peluncuran roket ke luar angkasa merupakan hal yang telah lama dilakukan oleh beberapa negara yang memiliki kemampuan teknologi mutakhir. Salah satu negara yang paling sering dan bahkan hampir setiap hari memberitakan kondisi di luar angkasa adalah Amerika Serikat. Namun, untuk meluncurkan satu roket saja mereka membutuhkan biaya yang sangat mahal. Salah satu biaya tersebut digunakan untuk bahan bakar yang terbatas. Hal seperti inilah yang membuat para pengembang roket di Selandia Baru untuk mengembangkan sebuah roket bertenaga baterai.

Mesin roket liquid layaknya binatang buas yang sedang kelaparan. Mereka membutuhkan sejumlah besar propelan untuk setiap detik penerbangan. Untuk itu, mesin menggunakan turbopumps untuk memberi makan propelan ke dalam ruang pembakaran. Dalam desain konvensional, sebuah turbopump sentrifugal atau axial flow didorong oleh turbin gas. Hal ini sudah sangat baik sejak turbopumps roket pertama dikembangkan di tahun 1940-an. Tapi roket ini masih terlalu kompleks, masih membutuhkan sistem bahan bakar sendiri untuk dapat beroperasi.

Rocket Lab (tim pengembang) memiliki ide untuk membuatnya lebih ringan. Ini merupakan mesin turbopump listrik yang membakar campuran oksigen cair dan RP-1 bahan bakar roket. Yang merupakan jenis minyak tanah yang sangat halus. Tidak seperti mesin konvensional, turbin gas bertenaga untuk menjalankan pompa diganti dengan brushless motor DC dan polimer lithium baterai. Menyediakan cukup bahan bakar untuk Rutherford (roket bertenaga baterai) untuk menghasilkan 4.600 lbf (20462 N) dorongan, dan dorongan tertentu dari 327 detik.

Perusahaan mengatakan bahwa Rutherford ini juga terkenal sebagai mesin oksigen / hidrokarbon. Dan ini adalah yang pertama menggunakan 3D printing untuk semua komponen utama. Termasuk ruang regeneratively, injector, pompa, dan katup propelan utama.

Sumber : GizMag

DON'T MISS

Tulis Komentar