Home ┬╗ Sains ┬╗ Robot Atlas yang Didanai Google, Ternyata Milik Pentagon

Robot Atlas yang Didanai Google, Ternyata Milik Pentagon

robot-atlas
robot atlas (gambar : clarksvilleonline)

Mungkin beberapa dari Anda ada yang tahu robot Atlas. Robot ini pertama kali diperkenalkan tahun lalu. Robot Atlas merupakan robot yang didesain khusus untuk bencana dan peperangan. Praktisnya robot ini digunakan untuk membantu para korban perang.

Beberapa bulan yang lalu robot Atlas didesain ulang oleh Boston Dynamic. Perusahaan yang berdiri tahun 1992 itu adalah perusahaan spesialis pembuat robot humanoid. Robot humanoid adalah robot yang secara keseluruhan dirancang menyerupai manusia, baik bentuk ataupun perilakunya.

Pada tahun 2013 Google membeli perusahaan robot tersebut. Hampir semua proyek yang dikerjakan Boston Dynamic terkait pembuatan robot didanai oleh Google, seperti yang terjadi pada kasus robot Atlas

Pada awal pembuatannya, Google bersikeras tidak akan mendanainya. Hingga akhirnya Google secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah setuju untuk mendanai desain ulang robot.

Tahun lalu robot Atlas telah diperkenalkan kepada publik dalam kompetisi robot DRC (DARPA Robotic Challenge), dan akan dikompetisikan kembali pada pertengahan tahun ini. DARPA (Defense Advanced Research Project Agency) adalah sebuah agensi dari departemen pertahanan Amerika Serikat. Semua riset dan pengembangan teknologi mereka digunakan untuk kepentingan militer.

Pada awal kemunculannya, robot Atlas masih menggunakan kabel pengaman yang terhubung dengan mesin kontrol. Namun setelah dimodifikasi beberapa bulan yang lalu, robot ini bisa berjalan tanpa kabel penghubung dengan menggunakan sistem wireless.

Hampir 75 persen dari tubuh robot Atlas diganti dengan beberapa komponen baru. Hanya bagian kaki ke bawah saja yang masih sama persis dengan desain yang terdahulu. Renovasi robot ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, ketangkasan dan ketahanan robot.

Robot humanoid ini tingginya mencapai 1,88 meter dan bobot mencapai 156,4 kg. Dirancang khusus untuk dapat mengangkat puing reruntuhan dengan menggunakan peralatan yang sama seperti manusia.

Robot Atlas baru menggunakan material yang lebih ringan dari versi sebelumnya. Hal ini memungkinkan para insinyur untuk menambahkan 3,7 kWh onboard, baterai lithium-ion dan sistem pompa variabel-tekanan baru.

Seperti yang pernah disebutkan di atas, bahwa robot Atlas dikembangkan untuk kompetisi yang diadakan DARPA. Besar kemungkinan bahwa robot ini akan dipersembahkan untuk divisi pertahanan Amerika Serikat, Pentagon.

Sumber : gizmag

Written by
Songwriter yang merangkap sebagai content writer. Baru menjajaki dunia blogging. Merupakan pribadi yang memiliki "a sense of humor" yang cukup baik.

Have your say!

0 0

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Lewat ke baris perkakas