Home » Tech News » Profesor Oxford Pecahkan Misteri Berusia 300 Tahun

Profesor Oxford Pecahkan Misteri Berusia 300 Tahun

Profesor Oxford Pecahkan Misteri Berusia 300 Tahun (Gambar: Techtimes.com)
Profesor Oxford Pecahkan Misteri Berusia 300 Tahun (Gambar: Techtimes.com)

JATIMTECH.com – Seorang profesor berusia 62 tahun dari Oxford University akhir-akhir ini mendapat julukan sebagai salah satu daftar orang jenius yang hidup di zaman ini. Pasalnya profesor yang mempunyai nama lengkap Sir Andrew Wiles ini berhasil memecahkan misteri dalam dunia matematika yang selama 300 tahun lebih tak terselesaikan. Dengan pemubikasian hasil karyanya ini, Wiles langsung menyabet penghargaan paling bergengsi di bidang matematika, yaitu Abel Prize 2016.

Abel Prize merupakan hadiah nobel untuk cabang matematika yang bernilai 6 juta kroner (setara dengan £ 500.000 atau $ 700.000). Hadiah nobel ini diberikan kepada Wiles atas kerja kerasnya dalam memecahkan masalah Fermat’s Last Theorem pada cabang matematika, dilansir dari Techtimes, Kamis (17/03/2016).

Fermat’s Last Theorem sendiri merupakan sebuah persamaan yang dirumuskan oleh Pierre de Fermat, seorang matematikawan Perancis pada tahun 1637. Kala itu Fermat menyatakan bahwa tak ada solusi untuk permasalahan pada persamaan “x ^ n + y ^ n = z ^ n”, jika n lebih besar dari 2.

Mulai saat itu, matematikawan dari berbagai penjuru dunia mulai memutar otak jenius mereka untuk memecahkan masalah ini, namun sayangnya sampai 300 tahun berselang, usaha itu tak membuahkan hasil.

Profesor Oxford ini mengaku kalau ia sudah terpikat pada masalah ini sejak ia muda berusia 10 tahun, di mulai dengan umuryang sangat dini itu, Wiles mengumpulkan sejumlah bukti dan solusi dari berbagai disiplin ilmu. Baru setelah ia memasuki perguruan tinggi, ia mulai percaya diri untuk memaparkan bukti-bukti dalam menyelesaikan masalah itu. Namun sayangnya setahun setelah Wiles mempublikasikan karyanya ada seorang matematikawan yang menemukan beberapa kesalahan pada teori itu.

Tak pantang menyerah, Wiles langsung memperbaiki kesalahan itu dan mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan Fermat’s Last Theorem, lalu setahun kemudian ia berhasil memecahkan sekaligus mempublikasikannya.

Wiles memecahkan Fermat’s Last Theorem dengan cara menggabungkan tiga kompleks bidang matematika: kurva elips, bentuk modular dan representasi Galois. Saat itu Profesor Oxford ini juga mengklaim kalau teorinya ini merupakan metode tercanggih di dalam dunia matematika.

Saya adalah seorang mahasiswa yang lagi belajar menulis, jadi untuk lebih membangun dan memperbaiki tulisan saya, mohon kritik dan saran dari Anda. Terimakasih ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>