Home » Internet » Serba Serbi » Populasi Internet Dunia Hanya 40 Persen

Populasi Internet Dunia Hanya 40 Persen

Perlu kita ketahui bahwa sudah lebih dari satu dekade internet lahir ke dunia. Tapi tahukah Anda jika pengguna internet masih sedikit jika dipersentasekan secara global. Disini kita sedang membicarakan populasi internet di dunia, yang jumlahnya masih kurang dibandingkan jumlah penduduk secara menyeluruh.

Menurut laporan internet global akses, populasi internet dunia hanya sebesar 40%. Dan hanya 37,9% dari populasi dunia yang menggunakan internet,  setidaknya sekali dalam setahun.

Kalau dirinci berdasarkan perkembangan suatu negara, yaitu antara negara maju dan negara berkembang, terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Di negara maju terdapat 78% pengguna internet, sedangkan pada negara berkembang hanya 32% pengguna internet(termasuk Indonesia). Sungguh merupakan kesenjangan angka yang sangat signifikan.

Jika populasi internet dirinci lebih sempit lagi secara regional, maka terdapat beragam hasil. Kita urut dari yang terbesar, kawasan Amerika Utara adalah yang terbesar 84,4%, Eropa dan Asia Tengah 65,4%, Amerika Latin dan Karibia 46,7%, Asia Timur dan Pasifik 43,9%, Timur Tengah dan Afrika Utara, 39%, Afrika bagian Sahara 16,9%, dan yang terakhir Asia Sealatan sebesar 13,7%.

Seperti yang diharapkan, ponsel merupakan pendorong utama adopsi internet global, dengan 90 persen penduduk hidup dalam jangkauan sinyal ponsel. Diharapkan banyaknya penduduk di dunia yang menggunakan ponsel akan menunjang pertumbuhan populasi internet di seluruh dunia.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan adopsi internet telah melambat selama empat tahun berturut-turut, turun dari 14,7 persen pada 2010 menjadi 6,6 persen pada 2014. Pada kecepatan koneksi internet saat ini, dari 4 miliar orang yang terhubung tidak akan tercapai sampai tahun 2019, seperti yang dilansir ZDNet (26/2/2015)

Dalam situasi seperti saat ini, diperlukan  penekanan untuk mengatasi masalah relevansi. Keterjangkauan dan infrastruktur untuk memacu adopsi internet lebih cepat di negara berkembang. Sehingga populasi internet di dunia bisa meningkat tiap tahunnya seiring pertumbuhan ekonomi negara tersebut.