Home » Sains » Payung Udara Anti Air, Baju Anda Tetap Kering Saat Hujan

Payung Udara Anti Air, Baju Anda Tetap Kering Saat Hujan

payung-udara-anti-air
air umbrella (gambar : dailymail)

Tidak semua orang mau membawa payung pada saat musim penghujan. Mereka lebih suka menggunakan jas hujan bahkan rela terkena air hujan daripada membawa payung. Oleh karena itu, para peneliti asal Cina memperkenalkan payung udara anti air. Sehingga membuat baju penggunanya tetap kering, walaupun hujan deras melanda.

Para ilmuwan Cina ini nampaknya sadar akan kebutuhan masyarakat. Dimana masih banyak diantara mereka yang masih enggan menggunakan payung konvensional. Selain karena gengsi, juga berat untuk dibawa kemana-mana.

Maka dari itu, peneliti memutuskan untuk membuang bagian kawat penyangga dan kanopi payung. Sehingga lebih praktis dan efisien, dengan bentuknya yang mirip senter, membuat payung ini terlihat cukup unik.

Payung udara anti air adalah payung elektrik yang menggunakan baterai litium sebagai penggerak motor dan kipas angin. Pada payung ini terdapat sebuah tombol yang bisa mengluarkan aliran udara ke segala arah secara melingkar.

Angin yang keluar dari ujung payung udara anti air menciptakan siklus udara di sekitar payung. Siklus udara nantinya membentuk lapisan pelindung yang bisa membelokkan arah tetesan air hujan. Sehingga bisa membuat penggunanya terhindar dari tetesan air hujan, bahkan dalam kondisi hujan deras sekalipun.

Selain pada musim penghujan, payung udara anti air ini juga dapat digunakan saat musim kemarau. Karena payung elektrik ini bisa menghasilkan sirkulasi udara, sehingga tidak akan membuat kepanasan bagi pemakainya. Payung udara anti air ini bisa juga digunakan untuk dua orang.

Produsen payung asal Cina ini menciptakan 3 desain payung udara anti air. Desain payung yang pertama dirancang khusus untuk wanita. Karena selain ukurannya yang pendek (30 cm), juga beratnya yang cukup ringan (500 g). Jenis payung kedua memiliki panjang 50 cm dan berat 800 g. Sedangkan desain payung ketiga memiliki ukuran panjang lebih variatif, yaitu dari 50 cm sampai 80 cm dengan berat payung 85 g.

Kelemahan dari payung udara anti air ini hanyalah pada daya tahan baterai. Daya tahan baterai litium payung elektrik ini berkisar antara 15 menit hingga 30 menit. Ini tergantung dari ukuran payung unik tersebut. Semakin panjang dan semakin berat, maka daya tahan baterai litium akan semakin lama.

Namun sayang, payung udara anti air ini masih dalam tahap pengembangan. Karena para peneliti baru saja mendapatkan dana untuk penelitian payung unik ini. Mereka meminta dana sebesar $ 10.000 USD, atau setara dengan Rp 132 juta lebih. Kabar baiknya, mereka berjanji jika payung udara anti air ini akan siap dipasarkan pada akhir 2015.

Sumber : gizmag

Written by
Songwriter yang merangkap sebagai content writer. Baru menjajaki dunia blogging. Merupakan pribadi yang memiliki "a sense of humor" yang cukup baik.

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.