Tech News

Miliaran Akun Yahoo Bobol, Marissa Mayer Minta Maaf dan Tuduh Pelakunya Rusia

Mantan CEO Yahoo Marissa Mayer meminta maaf karena dua kebocoran data besar-besaran di perusahaan yang pernah ia nahkodai. Secara gamblang Mayer juga menyalahkan agen Rusia setidaknya atas meningkatnya jumlah serangan cyber terhadap perusahaan-perusahaan besar di AS.

“Sebagai CEO, pencurian ini terjadi selama masa jabatan saya, dan saya ingin dengan tulus meminta maaf kepada semua pengguna kami,” katanya kepada Senate Commerce Committee ketika bersaksi bersama CEO sementara Equifax Inc dan pejabat dari Verizon Communications Inc.

“Sayangnya, saat semua tindakan kami membantu Yahoo berhasil bertahan melawan rentetan serangan oleh hacker swasta dan yang disponsori oleh negara, agen Rusia mengganggu sistem kami dan mencuri data pengguna kami.”

Yahoo PHK 200-300 Pegawainya
Ceo Yahoo, Marissa Mayer (Gambar: Gadget-id)

Verizon, operator nirkabel AS terbesar, mengakuisisi sebagian besar aset Yahoo Inc pada bulan Juni lalu. Di bulan yang sama Mayer mengundurkan diri dari jabatannya. Verizon mengungkapkan bulan lalu bahwa pelanggaran data Yahoo di tahun 2013 mempengaruhi hampir 3 miliar akunnya, jauh lebih besar dibandingkan dengan perkiraan awal sebesar 1 miliar pengguna.

Pada bulan Maret, jaksa federal menuduh dua agen intelijen Rusia dan dua hacker mendalangi pencurian tahun 2014 atas 500 juta akun Yahoo. Ini pertama kalinya pemerintah AS secara terang-terangan menuduh mata-mata Rusia melakukan kejahatan cyber.

Tuduhan tersebut dilayangkan di tengah kontroversi dugaan penggelembungan suara terhadap pemilihan presiden AS 2016 dan kemungkinan memiliki kedekatan hubungan dengan Presiden Donald Trump. Rusia sendiri sudah membantah tuduhan tersebut.

Atas pembobolan besar-besaran tersebut, Yahoo meminta pengguna untuk mengganti kata sandi dan mengambil langkah baru untuk mengamankan akun mereka.

“Kami sekarang tahu bahwa intelijen Rusia dan hacker yang disponsori negara bertanggung jawab atas serangan yang sangat kompleks dan canggih terhadap sistem Yahoo,” kata Mayer. Dia menekankan bahwa saat ini mereka sedang “benar-benar agresif” mengejar peretas dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.