Sains

Mengapa Kulit Kita Tidak Bocor? Ini Dia Penjelasannya

JATIMTECH.com – Tahukah sobat penemuan bentuk dan kemampuan mengikat sel yang dikenal sebagai sel epidermal bisa menjelaskan bagaimana kulit bisa menaham cairan didalam tubuh kita?

Para peneliti mengatakan bahwa manusia kehilangan 200.000.000 sel kulit setiap jam. Selama periode 24 jam, seseorang dapat kehilangan hampir lima ribu juta sel-sel kulit. Hal ini telah menjadi tantangan bagi para ilmuwan untuk menjelaskan bagaimana proses penumpahan kolosal dapat terjadi tanpa ada istirahat dibagian kulit kita.

Para ilmuwan sebelumnya telah mengenal epidermis yang mana terdiri dari sel epidermis mati dan sel sekunder di bawah permukaan epidermis yang terdiri dari hanya satu lapisan sel, yang terbentuk lebih tipis, namun sel ini justru mampu menjadi pelindung bagi kulit kita. Sekarang, sebuah tim dari Keio University di Jepang, bekerja dengan peneliti di Imperial College London, telah menemukan bahwa bentuk sel epidermis yang dikombinasikan dengan kemampuan mereka untuk membentuk penahan yang kuat dapat dijelaskan lebih lanjut.

Para peneliti menunjukkan bahwa bentuk sel epidermis sebenarnya merupakan sebuah tetrakaidecahedron yang bersifat padat dan terbuat dari enam persegi panjang dengan delapan sisi heksagonal. Bentuk tetrakaidecahedron pertama kali diusulkan pada tahun 1887 oleh William Thomson (Lord Kelvin), seorang ahli fisika matematika Scotch-Irlandia. Dia mengklaim bahwa tetrakaidecahedron adalah bentuk terbaik untuk kemasan benda dan bersama-sama dapat mengisi ruang dengan luas permukaan minimal.

Tim dalam penelitian saat ini mengatakan geometri tetrakaidecahedron unik didalam sel epidermis dapat terbentuk sangat ketat, ikatan kohesif dengan sel-sel epidermis di sekitarnya. Hal ini karena campuran sisi persegi panjang dan heksagonal memungkinkan selalu erat terhubung ke sel-sel di sekitarnya.Tim juga menemukan bahwa sel-sel ini juga memproduksi protein, yang bertindak sebagai lem yang mana dapat mengikat sel bersama-sama.

Dr Reiko Tanaka, salah satu penulis studi tersebut dari Departemen Bioengineering di Imperial College London, mengatakan bahwa sungguh menakjubkan untuk berpikir bahwa konsep abstrak yang dibuat oleh perhitungan matematika Lord Kelvin lebih dari satu abad yang lalu mungkin merupakan penemuan yang penting dalam alam, membantu kulit kita untuk mempertahankan efektivitasnya sebagai penahan.

Penelitian ini juga membantu kita untuk melihat bagaimana sel-sel yang membentuk kulit kita dapat mengaktifkan mekanisme semacam lem, yang mengikat sel bersama-sama, memastikan bahwa kulit kita mempertahankan integritasnya. Kulit sendiri adalah organ terbesar dalam tubuh kita dan sangat penting bahwa kita benar-benar memahami cara kerjanya, sehingga ketika tidak bekerja sebagaimana mestinya, seperti eksim atau psoriasis, kita dapat memahami mekanisme yang mungkin menyebabkan masalah. Studi ini juga diterbitkan dalam jurnal e-Live yang dilansir dari Sciencedaily, Selasa (29/11/2016).