Home » Internet » Serba Serbi » Mahasiswa Indonesia Raih Prestasi di MWC 2015 dengan Aplikasi Pengurang Tingkat Kecelakaan

Mahasiswa Indonesia Raih Prestasi di MWC 2015 dengan Aplikasi Pengurang Tingkat Kecelakaan

Tim mahasiswa Indonesia telah mengukir prestasi yang membanggakan. Pada ajang Mobile World Congress 2015 yang digelar di Barcelona, tim Indonesia membuat sebuah aplikasi untuk mengurangi jumlah kecelakaan di seluruh dunia.

Aplikasi yang dibuat mahasiswa Telkom University ini dinamakan Integrated Traffic System (ITS). Aplikasi ini mengumpulkan data lalu lintas secara real time, data kendaraan (ditangani oleh aplikasi lain), dan memantau tingkat stress pengemudi melalui sebuah sensor gelombang otak.

Dilansir JatimTech dari TechInAsia, (6/3/2015), konsep yang ditawarkan ITS mampu mengalahkan tim-tim dari Universitas elite dari Amerika seperti Barkeley dan MIT, membawa tim dari Indonesia meraih posisi kedua dalam kategori University Mobile Challenge di Mobile World Congress 2015.

Saat ini ITS masih dalam tahap beta dan masih terus dikembangkan. Terlibat dalam pengembangan adalah dosen Telkom University Dody Qori Utama dan murid-muridnya yaitu Annisa Riyani, Nanda Budi, Masyithah Nur, Febriana Sawitri, Alfian Akbar, dan David Mushthofa, serta peneliti neuroscience Dr Tauhid Nur Azhar sebagai mentor.

User Interface Integrated Traffic System

Tampilan Integrated Traffic System

Pusat dari aplikasi ITS adalah sensor gelombang otak yang dinamakan Brainstat. Brainstat mampu mendeteksi ketika pengemudi kendaraan dalam keadaan fit, lelah, atau sedang stress. Menurut Dr Tauhid Nur Azhar, teknologi Brainstat merupakan pengembangan dari produk Neurosky, namun dengan teknologi yang berbeda.

“Kami memiliki tiga variabel untuk menganalisis: data lingkungan, lalu lintas, atau hambatan di jalan. Data performa kendaraan dari beberapa sensor, seperti kontrol performa mesin di kereta, mobil, atau bahkan pesawat terbang. Dan akhirnya kami mendapatkan Brainstat untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja otak pengemudi, ” kata Azhar.

Semua bagian dari Integrated Traffic System (ITS) bersatu di dalam sebuah aplikasi mobile. Pengemudi pun dapat menjadikan ponsel miliknya menjadi sebuah aplikasi keselamatan yang interaktif.

Sebagai mentor, Dr Tauhid Nur Azhar berharap Brainstat nantinya akan menjadi sebuah perangkat keamanan yang mampu membantu mengurangi tingkat kecelakaan di seluruh dunia.

Sumber: TechInAsia