Kembalinya Logan Paul ke YouTube hampir mustahil dielakkan. Benar, dia telah membuat video mayat korban bunuh diri, sebuah video yang secara mengerikan membuktikan tesis masalah budaya YouTube bahwa segala sesuatu, pada akhirnya bisa menjadi viral.

Tiga minggu setelah meminta maaf atas videonya, kehilangan akses ke program iklan premium YouTube dan mendapati masa depannya di YouTube tersandung, Paul mengirimkan video baru di saluran vloggingnya yang memiliki 16 juta pelanggan. Videonya diberi judul: “Suicide: Be Here Tomorrow.”

Nada vlog Paul biasanya bernada anak laki-laki riang yang seolah mendapatkan hadiah anak anjing baru. Di video terbarunya, seperti video lainnya, ia memapakan pemikiran, pengalaman, dan perasaan, tapi hanya di situlah kemiripannya. Sebagai gantinya, Paul membuat sebuah dokumenter tentang apa yang dia yakini sebagai penebusan dosa.

Paul juga menjanjikan $1 juta yang akan diserahkan ke berbagai kelompok pencegahan bunuh diri, dengan $250.000 disumbangkan ke organisasi Pencegahan Bunuh Diri Nasional.

Video terbaru Paul seolah menebus pesan keliru yang ia coba sampaikan di video sebelumnya, bahwa caranya menampilkan korban bunuh dirinya adalah keputusan yang terbukti keliru. Menurutnya, hal inilaha yang semestinya ia lakukan sejak awal.

Video tersebut dimulai bukan dengan suara Paul, tapi Kevin Hines, seorang aktivis dan survivor bunuh diri, yang berbicara tentang bagaimana dia bertahan hidup setelah melompati Jembatan Golden Gate saat masih berusia 19 tahun.

Kemudian, video itu beralih ke Paul. Dalam sebuah sulih suara, Paul berkata, “Saya tahu saya telah membuat kesalahan, saya tahu saya mengecewakan orang, tapi apa yang terjadi bila Anda diberi kesempatan untuk membantu membuat perbedaan di dunia ini?”

Bagaimana menurutmu jika pertanyaan itu ditujukan kepadamu?