Sains

Konsumsi Alkohol Ternyata Dapat Berakibat Fatal Bagi Orang Tua

JATIMTECH.com – Tahukah sobat bahwa orang dewasa yang lebih tua menderita beberapa kondisi kesehatan kronis dan depresi hampir lima kali lebih mungkin karena menjadi peminum berat menurut para peneliti di University of Georgia. Studi mereka adalah yang pertama kali mendokumentasikan hubungan antara beberapa penyakit kronis, depresi, dan pengguna alkohol senior.

Informasi ini dapat membantu penyedia layanan kesehatan untuk mengidentifikasi orang yang lebih tua dengan riwayat peminum dan mengadakan perawatan pencegahan yang lebih baik untuk segmen masyarakat. Studi yang dilakukan oleh peneliti dari UGA School of Social Work, menggunakan data dari Kehidupan Sosial, Kesehatan, dan Penuaan mengamati lebih dari 1.600 orang berusia 57-85 yang diidentifikasi mengkonsumsi alkohol aktif.

Di antara peminum yang bermasalah para peneliti menemukan bahwa lebih dari setengah yaitu  66 persen dilaporkan memiliki beberapa kondisi kesehatan yang kronis dan 28 persen dilaporkan memiliki gejala depresi. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang efektif dalam kesehatan mental dan penggunaan alkohol bagi penyedia layanan kesehatan orang dewasa yang lebih tua mungkin lebih dari 4 juta jiwa saat ini di Negara AS, kata Orion Mowbray, asisten profesor di UGA School of Social Work dan penulis utama studi tersebut.

Beberapa dokter mempertimbangkan kombinasi dari beberapa kondisi kronis sehubungan dengan depresi sebagai tanda potensi peningkatan penyalahgunaan alkohol. Meskipun skrining dan konseling untuk tindak lanjut masalah perilaku dikenal dapat membantu namun hal itu masih belum cukup untuk menghentikan kebiasaan orang dewasa tersebut. Ada bukti yang cukup bahwa intervensi singkat yang disampaikan dalam pengaturan medis terkait dapat memiliki pengaruh positif untuk menghentikan perilaku buruk orang tua dengan masalah minum di antara kebanyakan orang dewasa yang lebih tua, kata Mowbray. Intervensi ini dapat mencakup skrining untuk tanda-tanda depresi pada individu dengan masalah kesehatan jangka panjang. Studi ini juga diterbitkan dalam edisi Oktober Journal of American Geriatrics Society, dan akan dipresentasikan bulan ini di Masyarakat Pekerjaan Sosial dan konferensi tahunan Research di New Orleans yang dilansir dari Sciencedaily, Kamis (12/01/2017).