Tech News

Kalah Saing, Uber Jual Bisnisnya di Asia Tenggara ke Grab

Anda tentu tahu dong dengan layanan ride-sharing Uber? Uber selain beroperasi di banyak negara Eropa, juga menjalankan bisnisnya di asia tenggara salah satunya Indonesia. Tetapi, persaingan ternyata tak seringan yang dibayangkan.

Meskipun terbilang pemain pertama di bidang ride-sharing, namun beberapa pasar terbukti sulit untuk ditaklukkan, seperti Cina di mana mereka terpaksa menutup layanan karena saing. Buntut dari kekalahan itu, Uber menjual bisnisnya di Cina ke Didi Chuxing yang notabene adalah pesaingnya. Kini, yang terbaru Uber juga menjual operasional di Asia Tenggara ke pesaing lainnya, Grab.

Hal ini telah dikonfirmasi oleh kedua belah pihak, bahwa Uber memang akan keluar dari wilayah itu karena mereka akan menjual bisnis mereka ke Grab yang beroperasi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Indonesia.

Dengan menjual bisnis mereka ke Grab, Uber juga diperkirakan akan mempertahankan 27,5% saham, meskipun tidak jelas seperti keuntungan yang diperoleh oleh Grab atas kesepakatan ini. Kesepakatan keduanya sendiri disebut belum sepenuhnya kelar.

Dan dengan menjual operasi mereka ke Grab, layanan Uber tertentu seperti UberEats akan dileburkan ke GrabFood, yang pada gilirannya juga akan memperluas ke negara-negara Asia Tenggara pada kuartal berikutnya, mungkin membonceng infrastruktur yang sudah dimiliki oleh Uber.

Sedangkan untuk pengemudi Uber, mereka hanya memiliki beberapa minggu untuk memutuskan apakah tetap ingin bekerja untuk Grab atau berhenti mengemudi sepenuhnya.

Menurut laman FAQ Grab, layanan Uber di negara tersebut akan terus beroperasi hingga 8 April 2018, setelah itu mereka memiliki pilihan untuk memindahkan akun mereka ke Grab dan terus mengemudi seperti biasa, tapi di bawah kendali Grab.