Home » Sains » Ilmuwan Temukan Tetes Mata untuk Melihat di Tempat Gelap Hingga 50 meter!

Ilmuwan Temukan Tetes Mata untuk Melihat di Tempat Gelap Hingga 50 meter!

Ilmuwan Temukan Tetes Mata untuk Melihat di Tempat Gelap ingga 50 meter!
Ilustrasi (Gambar: US Army)

Sekelompok ilmuwan dari Tehachapi, California telah berhasil menemukan obat tetes mata yang bisa digunakan untuk melihat di kegelapan. Tidak tanggung-tanggung, mata yang telah ditetesi cairan tersebut bisa melihat hingga jarak 50 meter jauhnya.

Para ilmuwan yang tergabung ke dalam “Science for the Masses” tersebut merupakan sekelompok biohacker. Mereka membuat tetes mata tersebut dari campuran insulin dan Chlorin e6(Ce6) yang ditemukan pada beberapa jenis ikan laut dalam dan biasa digunakan untuk mengobati penderita rabun senja.

Science for the Masses meneteskan Ce6

Jeffrey Tibbetts meneteskan Ce6 (Gambar: Science for the Masses)

“Usai dari penelitian, kami pikir ini akan menjadi sebuah kemajuan. Telah banyak makalah yang mengungkapkan injeksi pada berbagai sampel, seperti tikus, dan telah digunakan sebagai pengobatan untuk beragam jenis kanker” papar Jeffrey Tibbetts, petugas lab medis yang dikutip Jatimtech, Minggu (29/3/2015) dari Mic.

Untuk melakukannya, salah seorang dari tim peneliti, Gabriel Licina menjadi kelinci percobaan. Dengan sebuah alat injeksi pipet, Tibbetts meneteskan  0.05 ml Ce6 ke dalam kelopak mata, dan masuk ke dalam retina mata Licina.

“Menurut saya tadi itu cepat, pandangan saya menjadi hijau dan hitam,” ungkap Licina Mic, sang kelinci percobaan.

Science for the Masses - Gabriel Licina

Gabriel Licina (Gambar: Science for the Masses)

Setelah itu, mereka membawa Licina dibawa ke dalam hutan yang gelap, dia diminta untuk mengidentifikasi objek dalam rentang 10 hingga 50 meter. Setiap kali melakukan tes, Licina selalu memiliki tingkat keberhasilan 100 persen.

Penglihatan malam hari Licina akan kembali lagi pada pagi harinya, dan sejauh ini belum ada laporan mengenai efek samping yang dari penggunaan tetes mata tersebut.

Penelitan oleh para ilmuwan ini nampaknya hanya dilakukan untuk hal biasa saja dan sepertinya tidak akan dilirik oleh perusahaan besar untuk dikomersilkan.

“Ada aturan yang harus diikuti dan tidak gila, tetapi ilmu pengetahuan bukanlah bahasa mistik yang hanya orang elit yang dapat berbicara.” pungkas Jeffrey Tibbetts.

Written by
Agung memiliki passion pada perkembangan hardware yang terbaru, prosesor, harddis, serta perkembangan di dunia gadget.

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.