Tech News

Ikuti Jejak Facebook, Twitter Juga Larang Iklan Berbau Cryptocurrency

Legalitas dan keamanan cryptocurrency masih terus menjadi perdebatan di berbagai kalangan. Dilatar-belakangi oleh keamanan dan potensi penipuan, Twitter mulai memberlakukan kebijakan melarang iklan berbau cryptocurrency sejak hari Selasa lalu.

Kebijakan ini mengikuti apa yang telah ditempuh oleh Facebook dan Google. Larangan itu akan mencakup pengiklanan penawaran koin awal (ICO) – crowdfunding yang digunakan untuk mengumpulkan uang dengan menciptakan koin baru serta penjualan.

Kebijakan baru yang akan diluncurkan selama 30 hari ke depan ini juga akan melarang iklan dengan pertukaran cryptocurrency dan layanan dompet cryptocurrency, kecuali perusahaan publik yang terdaftar di pasar saham utama tertentu. Untuk Jepang, ini akan terbatas pada pertukaran crypto yang diatur oleh regulator keuangan nasionalnya, kata Twitter.

Perusahaan itu mengatakan bulan ini pihaknya mengambil langkah-langkah untuk mencegah akun-akun terkait cryptocurrency guna mencegah kecenderungan penipuan. Facebook sendiri sudah membatasi iklan terkait kripto, sementara Google mengumumkan larangan yang mulai berlaku pada bulan Juni mendatang.

Harga bitcoin 4 persen dalam warna merah pada hari Senin dan terus mengalami kejatuhan pasca pengumuman Twitter. Bitcoin diperdagangkan pada $7,920 pada pertukaran Bitstamp berbasis di Luksemburg, turun lebih dari 6 persen pada hari yang sama.

Himbauan Regulator

Regulator telah meningkatkan peringatan bahwa bitcoin dan mata uang virtual lainnya sangat spekulatif dan berpotensi memicu aktivitas penipuan. Investor yang kurang bijak berada dalam resiko kerugian yang tidak sedikit.

Sementara para kritikus menyebut cryptocurrency telah dilibatkan dalam skema Ponzi yang diyakini hanya akan berujung pada kerugian. Iklan di dunia maya dituding menjadi salah satu cara bagi skema kotor itu untuk berkembang dan memakan korban baru.