Home » Sains » Graphene Smartphone Cina Bisa Ditekuk dan Digulung

Graphene Smartphone Cina Bisa Ditekuk dan Digulung

Graphene smartphone untuk pertama kalinya telah diresmikan hari ini oleh dua perusahaan telekomunikasi Cina, Moxi dan Galapad. Graphere smartphone memiliki layar sentuh, baterai dan konduksi termal. Dan juga memiliki konduksi listrik yang sangat baik.

Sebanyak 30.000 graphere smartphone akan dijual Senin depan oleh Moxi dan Galapad seharga 2.499 yuan atau sekitar 260 poundsterling. Graphere smartphone yang menggunakan sistem Android ini rencananya akan dijual untuk pertama kalinya di Chongqing (barat daya Cina).

Kelebihan Graphene Smartphone

Teknologi graphene smartphone ini dikembangkan oleh Chinese Academy of Sciences. Teknologi ini diperkirakan bisa membuat layar sentuh agar lebih sensitif dan fleksibel, sehingga memungkinkan layar bisa ditekuk dan digulung. Dengan graphene, masa pakai baterai dapat ditingkatkan hingga 50%.

Graphene sendiri adalah lapisan tunggal dari atom karbon yang berbentuk seperti sarang lebah. Lapisan graphene ini telah lama diteliti oleh para ilmuwan dan dikembangkan sejak pertama kali dihentikan pada tahun 2004 oleh sebuah tim yang dipimpin oleh seorang peraih Nobel, Kostya Novoselov.

“Ini akan menjadi salah satu kunci untuk mendukung ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi,” kata Novoselov. Dia menunjukkan aplikasi potensial seperti kemasan smart foods, bendable device, dan obat-obatan yang dapat membidik sel-sel tertentu.

Pada bulan Juli 2014, IBM (International Business Machines) Coorporation mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan investasi besar-besaran dalam penelitian manufaktur graphene. Proyek yang menghabiskan dana setidaknya 3 milliar USD tersebut bertujuan untuk menemukan teknologi graphene.

Kanselir Inggris, George Osborne juga mendukung penelitian ini dengan mengucurkan dana sebesar 60 juta poundsterling. Dana yang dikeluarkan September lalu itu diberikan kepada GEIC (Graphene Engineering Innovation Centre) untuk bekerjasama dengan NGI (National Graphene Institute) di University of Manchester. Intinya dana 60 juta poundsterling tersebut digunakan untuk membangun GEIC di University of Manchester.

Cina saat ini merupakan pemimpin dunia dalam produksi massal graphene film untuk smartphone dan komputer touch screen. Pada tahun 2013, jalur produksi massal untuk pembuatan puluhan juta graphene film per tahun masuk ke dalam operasi di Chongqing.

Dengan teknologi graphene tingkat ketahanan baterai smartphone bisa lebih irit 50%. Kelebihan lain dari teknologi ini adalah bendable smartphone, yang memungkinkan smartphone bisa ditekuk, dilipat bahkan digulung.

Sumber : TheStack

Have your say!

0 0