Sains

Gawat, Para Ilmuwan Deteksi Indikasi Kepunahan Paus Biru

JATIMTECH.com – Tahukah sobat bahwa paus biru adalah mamalia terbesar di Bumi yang mana mencapai hingga 100 kaki panjangnya dan berat lebih dari 150 ton. Namun para peneliti memprediksi mamalia raksasa tersebut cenderung tidak selalu mudah ditemukan karena kabarnya di mana data yang komprehensif tentang mereka masih kurang. Sehingga masalah ini dibahas dalam studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Diversity dan Distribusi oleh para peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA ).

Para ilmuwan di NOAA dikumpulkan selama 12 tahun terakhir untuk menilai data dari penampakan paus biru di lepas pantai barat Amerika Serikat dan Timur tropis Pasifik (area berjalan barat dari San Diego ke Hawaii dan selatan ke Peru), termasuk topografi bawah laut dan adanya krill, favorit makanan paus biru. Data yang diolah di tangan para peneliti menggunakan model komputer yang mana mampu untuk melihat apakah mereka ada di tempat lain juga.

Para peneliti menemukan bahwa data gabungan dari pantai barat dan perairan tropis bagian timur dapat digunakan untuk memprediksi populasi ikan paus biru di Samudera Hindia bagian utara, dan hasilnya ternyata tidak signifikan dengan data historis yang tersedia di belahan negara lain. Data sebelumnya yang ada dari habitat paus biru dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang distribusi paus biru di dalam ekosistem justru merupakan data yang minim. Prediksi yang dibuat oleh alat pemodelan habitat ini dapat membantu melindungi paus biru di jalur pelayaran para nelayan. Sehingga para pejabat maritim, dipersenjatai dengan data prediksi ini agar dapat menyesuaikan jalur kapal yang mencoba menangkap atau bertabrakakn dengan ikan paus biru.

Ketika Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional (IWC) yang diperlukan untuk menilai lalu lintas jalur pelayaran lepas pantai Sri Lanka, dulu berhasil ditemukan juga dalam studi NOAA. Perubahan kecil dalam rute pelayaran dapat menjadi ketidaknyamanan para nelayan namun hal ini untuk konservasi serius. Para nelayan juga harus paham dengan baik tentang hubungan antara distribusi ikan paus dan habitatnya, kata Russell leaper, sebuah IWC anggota komite ilmiah. Penelitian ini juga memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman besar mengenai keberadaan ikan paus tersenut.

Mamalia laut telah lama menghadapi ancaman dari aktivitas manusia di sebagian besar lautan di dunia, kata pemimpin studi Jessica Redfern dalam sebuah pernyataan. Namun sejauh ini, para peneliti masih tidak memiliki data yang diperlukan untuk mengatasi ancaman-ancaman di banyak daerah yang lain yang dilansir dari Seeker, Jumat (10/02/2017).