Sains

Biosensor Wearable dapat Deteksi Penyakitmu Sejak Awal

JATIMTECH.com – Sebuah studi baru dari Stanford yang diterbitkan pada 12 Januari 2017 di PLoS Biology, menciptakan jam tangan pintar dari perangkat biosensor pribadi yang mana dapat membantu orang mendeteksi sakit seperti flu. Bahkan sinyal yang ditimbulkannya dapat kompleks jika penyakit yang diderita juga parah seperti penyakit Lyme dan diabetes.

Para peneliti menciptakan jam tangan unik ini bertujuan untuk memberitahu orang sehat dan juga mengungkap penyakit pada tahap awal kata Michael Snyder, PhD, Profesor dan Ketua Genetika di Stanford dan penulis senior studi tersebut. Sarjana postdoctoral Xiao Li, PhD, dan Jessilyn Dunn, PhD, dan peneliti Denis Salins berbagi kepenulisan menjelaskan lebih lanjut bahwa jam tangan pintar dan perangkat portabel ini biasa digunakan untuk mengukur parameter fisiologis, tetapi umumnya tidak digunakan untuk mendeteksi penyakit. Tim Snyder mengambil keuntungan dari portabilitas dan kemudahan menggunakan perangkat ini untuk dapat mengumpulkan segudang pengukuran dari peserta uji coba selama dua tahun untuk mendeteksi denyut jantung dan suhu kulit.

Denyut jantung dan suhu kulit cenderung meningkat ketika orang menjadi sakit kata Snyder. Perangkat ini berpotensi menyediakan sarana yang cepat mendeteksi timbulnya penyakit yang mengubah fisiologi sobat. Kabarnya penelitian ini juga membuka jalan bagi ponsel pintar untuk melayani sobat dengan tampilan dashboard kesehatan, pemantauan kesehatan , dan merasakan tanda-tanda awal penyakit.

Selain mendeteksi penyakit, studi itu memiliki beberapa temuan menarik lainnya. Individu dengan indikasi resistensi insulin dapat menggunakan jam tangan pintar ini, oleh karena itu, penyakit diabetes tipe 2 dapat di prediksi sejak awal. Biosensor pribadi berpotensi dikembangkan menjadi tes sederhana bagi mereka yang berisiko untuk diabetes tipe 2 dengan mendeteksi variasi dalam pola denyut jantung, yang cenderung berbeda dari mereka yang tidak beresiko.

Keuntungan lain yang dapat dikumpulkan melalui jam pintar ini dapat membantu dokter kalian, meskipun kita mengharapkan bagaimana mengintegrasikan data ke dalam praktek klinis kata Snyder. Sebagai contoh, pasien mungkin ingin melindungi privasi data fisiologis mereka yang dilansir dari Sciencedaily, Kamis (12/01/2017).