JATIMTECH.com – Sebuah tim internasional Universitas Edinburgh dan Antoine Wystrach dari Pusat Penelitian Kognisi Hewan (CNRS / Université Toulouse III – Paul Sabatier) telah menunjukkan bahwa semut bisa kembali ke tempat asal mereka sakalipun mereka telah berjalan jauh dari temapt asal mereka. Ternyata untuk melakukannya, mereka menggunakan beberapa daerah otak secara bersamaan, membuktikan sekali lagi bahwa otak serangga lebih kompleks daripada yang telah kita pikirkan sebelumnya. Temuan dari para peneliti ini diterbitkan di Current Biology pada 19 Januari 2017.

Sampai saat ini, penelitian etologis menyarankan bahwa semut memang hafal sepanjang rute yang telah mereka lewati seperti yang diproyeksikan pada retina multifaset mereka. Dengan demikian mereka seperti memiliki perekam yang berpusat pada badan. Dengan hipotesis ini, para peneliti menduga bahwa mereka telah hafal jalur yang terlewati dan mengikuti jalan yang sebelumnya mereka lewati. Tapi mereka kadang-kadang harus berjalan mundur juga, dan ini tidak mencegah mereka untuk tidak menemukan jalan pulang mereka kembali ke sarang mereka. Lantas muncul pertanyaan, mungkinkah semut dapat mengenali rute ketika menghadapi arah yang berlawanan? Apakah mereka mampu menciptakan model visual dari lingkungan mereka yang independen dari orientasi tubuh mereka?

Untuk menjawab pertanyaan ini, para peneliti mempelajari Cataglyphis velox, semut gurun Andalusia yang mana dikenal karena kemampuannya menavigasi tubuh mereka. Pertama, semut membiasakan diri dengan rute yang sama. Selama dalam perjalanan, semut yang membawa makanan ternyata juga memakan makanan bawaan mereka sambil berjalan ke depan. Mereka juga bergerak mundur dan mempertahankan bantalan untuk tidak berputar. Mereka juga menunjukkan perilaku tak terduga, setelah berjalan mundur sedikit, mereka kadang-kadang akan berbalik dan mengamati pemandangan sambil menunjuk tubuh mereka ke arah yang benar kemudian melanjutkan berjalan mundur.

Perilaku ini juga menunjukkan bahwa mereka dapat mengingat keberadaan mereka. Pengamatan ini menyiratkan bahwa setidaknya 3 jenis memori telah bekerja secara serempak yang meliputi memori visual rute, memori arah baru untuk mengikuti, dan memori untuk kembali. Penemuan baru ini menunjukkan bahwa orientasi spasial semut bergantung pada representasi mental ganda dan kenangan yang dijalin bersama melalui aliran informasi antara beberapa area otak mereka. Ini menawarkan perspektif baru pada dunia serangga, yang jauh lebih kompleks daripada yang diyakini sebelumnya yang dilansir dari Sciencedaily, Kamis (19/01/2017).