Alat Pendeteksi Kualitas Udara Ini Membantu Anda Terhindar Dari Asma

Mungkin tidak pernah terpikirkan oleh Anda, bahwa setiap harinya Anda telah menghirup udara kotor. Baik itu di dalam ruangan ataupun di luar ruangan yang mempunyai tingkat kecenderungan lebih tinggi daripada di dalam ruangan. Untuk itu, saat ini telah hadir sebuah alat pendeteksi kualitas udara, Speck.

Alat pendeteksi kualitas udara yang dirancang khusus untuk rumah ini dapat mempermudah Anda untuk mengetahui partikel-partikel kotor di dalam rumah Anda. Tujuannya, agar Anda segera dapat mengambil langkah-langkah antisipatif, sehingga partikel-partikel kotor tersebut tidak sampai mengganggu sistem pernapasan Anda.

Speck dikatakan mampu mendeteksi tingkat kebersihan partikel udara lebih tepat dibandingkan produk lainnya. Klaim tersebut memang benar, karena alat pendeteksi kualitas udara satu ini menerapkan penggunaan algoritma pembelajaran mesin.

Prof. Illah Nourbakhsh, yang merupakan peneliti dari Carnegie Mellon University Robotics Institute dan sekaligus pencipta alat pendeteksi kualitas udara. Beliau mengatakan bahwa Speck mampu mendeteksi dan menginterferensi kebisingan yang disebabkan udara kotor yang masuk dengan memanfaatkan sensor suara.

Detektor kualitas udara dalam rumah ini diaktifkan dengan menggunakan wifi. Setelah beberapa partikel yang masuk terdeteksi, alat akan menyimpan data tentang partikel-partikel udara yang masuk. Kemudian data-data tersebut diunggah pada database yang dikelola penghuni rumah.

Speck telah digunakan di Pittsburgh, dimana pertama kali diproduksi. Sebanyak 300 unit alat pendeteksi kualitas udara telah dipasarkan. Alat ini telah tersebar di beberapa rumah, terutama bagi mereka yang mengidap penyakit asma. Harga untuk sebuah Speck adalah $ 200 USD (Rp 2.600.000).

Sumber : gizmag

DON'T MISS